Oleh :
Marta Sandhi Aji
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan
Akhir-akhir ini isu tentang lingkungan hidup terus berkembang di berbagai bidang. Tidak terkecuali bidang transportasi. Kemacetan di jalan-jalan protokol di kota-kota besar menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan kemacetan menimbulkan polusi udara yang tidak sedikit. Selain itu kemacetan juga menyebabkan konsumsi bahan bakar fosil semakin besar sedangkan dalam kenyataannya cadangan bahan bakar fosil semakin berkurang jumlahnya.
Pada akhir Agustus tahun 2008 lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2008, Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menjalankan kebijakan yang bertajuk Car Free Day atau Hari Tanpa Kendaraan Bermotor. Program ini terus berjalan bahkan semakin bertambah jalan yang dijadikan sebagai tempat penerapan program ini, di antaranya adalah ruas Jalan Raya Darmo dan ruas Jalan Kertajaya.
Program ini dimaksudkan untuk mengurangi polusi emisi gas buang kendaraan bermotor di
Evaluasi
Untuk mengevaluasi program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2008 ini maka sebagai langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan kriteria dan indikatornya. Kemudian menilai indikator pada masing-masing kriteria dengan melihat kondisi yang ada di lapangan atau studi kasus program tersebut.
Berikut ini merupakan kriteria dan indikator yang akan digunakan dalam mengevaluasi Program Car Free Day di Kota
Dari kriteria dan indikator yang telah ditentukan di atas maka kita dapat melakukan penilaian terhadap Program Car Free Day ini.
Dari hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa Program Car Free Day kurang efektif, efisien, dan tepat. Oleh karena itu perlu adanya peninjauan kembali terhadap kebijakan ini.
brdasarkan indikator yg ada dihasilkan penilaian.
BalasHapuspadahal,indikator yg ada krg terukur (tidak ada ukuran yg pasti). misalnya: indikator --> berkurangnya emisi gas, penilaian --> emisi berkurang tapi sedikit sehingga kurang efektif.
mengapa bisa muncul penilaian seperti itu padahal tdk ada ukuran yg tepat dari indikator mengenai jumlah berkurangnya emisi gas? trima kasih..:)
Topik yang menarik bro..alangkah lebih baik lagi apabila disertai juga data-data kuantitatif agar lebih jelas.Menrut anda apakah saat ini evaluasi program car free day ini sudah berhasil?
BalasHapussama dengan comment di atasku bro,topik yang menarik,namun evaluasinya kurang mendalam..keep posting bro..nice info
BalasHapusBahwasanya kebijakan "Car free Day" disatu sisi memang dapat mengurangi emisi gas kendaraan bagi lingkungan yang menjadi tempat penyelenggaraan konsep ini. Akan tetapi belum tentu dapat mengurangi penurunan emisi gas kendaraan di Kota Surabaya sendiri. Mengapa?
BalasHapusPertama, penerapan "Car free Day" pada satu distrik kota akan menghambat aksebilitas pengguna jalan. Secara tidak langsung mereka yang berkendara harus menempuh jalan alternatif untuk menuju tempat tujuan. Dapat dipastikan bahwa terjadi penambahan waktu tempuh kendaraan dan sadar/tidak juga telah mengeluarkan emisi gas lebih banyak dari waktu tempuh biasanya. Akibat terburuk tentu jika "Car free Day" ini diterapkan pada jalan protokol kota dengan jumlah kendaraan yang lalu-lalang tergolong banyak pada waktu acara tidak dilakukan.
Kedua, "Car free Day" dapat dipersepsikan sebagai wadah wisata bagi masyarakat, apalagi pada jalan protokol seperti Jalan Basuki Rahmat. Naahh, ini tentu menarik minat masyarakat untuk berkunjung demi melihat kondisi jalan protokol tanpa satu kendaraanpun. Logikanya, semakin banyak warga yang datang pastilah jumlah kendaraan yang parkir di ujung jalan semakin membludak pula karena warga datang dari berbagai penjuru kota. Silakan dihitung sendiri kadar emisi gas pada lingkungan tersebut.
Saya setuju dengan anda, bahwasanya kebijakan "Car free Day" ini kurang efektif dalam upaya mereduksi kadar emisi gas. Dan lebih efektif jika pemerintah membenahi dan menciptakan angkutan massal yang nyaman bagi warga Surabaya sehingga pengalihan moda transportasi ini juga dapat mengurangi kadar emisi gas dan polusi udara Kota Surabaya.
Evaluasi yang mantaph!
> all
BalasHapusok. trima kasih atas kritikan dan sarannya..